Tampilkan postingan dengan label hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipnotis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Bagaimana menulis iklan yang menghipnotis


Seringkali para marketer kesulitan dalam memilih kalimat-kalimat iklan, dan hasilnya.. iklanya tidak direspon sama sekali. (dicuekin)

Kali ini saya ingin membahas bagaimana menulis iklan dengan bahasa yang menghasilkan respon bagus.. bahkan penjualan langsung seketika orang membacanya.

Mari kita pahami dulu pondasi dasar dalam menulis iklan:
Manusia adalah makhluk yang dibekali kemampuan otak yang luar biasa.. terbukti, manusia menguasai kehidupan di dunia.  Setiap menit otak manusia mampu mengakses jutaan data, menyimpan memori, bahkan memanggilnya saat diperlukan.

Maka dari itu, manusia disebut makhluk yang paling rumit.

Naa..

Apa yang terjadi ketika seseorang memutuskan untuk membeli (mengeluarkan uang yang dia dapat dari hasil jerih payahnya). Tentunya ada ribuan data yang diakses sebelum terjadi keputusan “ya saya beli..!”saking rumitnya maka saya akan memberikan satu kata kunci untuk memahami.. apa yang sebenarnya dipikirkan orang pada saat melihat sebuah penawaran.

Yaitu : “apa untungnya untuk saya”

Senin, 30 Maret 2009

Yess.... akhirnya ditemukan rahasia marketing ter-Ampuh


Setelah sekian lama saya mencari apa rahasia marketing terampuh, ternyata saya menemukan sebuah konsep yang tersimpel tapi berhasil..

yaitu.. ENERGI ........betul sekali... ENERGI

Energi yang dihasilkan oleh pikiran si penjual yang memancar kesetiap penjuru dunia, tanpa batas.

hal ini tidak bisa dipikir secara logika, karena yang namanya energi itu tidak bisa dilihat dengan mata.

Tapi bisa dirasakan oleh hati...

Selasa, 21 Oktober 2008

Tehink jitu menghadapi konsumen yang sulit

Menurut pakar Hypnotic Marketing Joe Vitale, ada tiga kunci menghadapi konsumen yang sulit yang dirangkum dari rahasia hipnotis pakar hipnotis terkenal Dr. Milton Erickson, tiga kunci tersebut adalah:

Sabtu, 20 September 2008

Psikologi Harga Memberi kesan produk anda jauh lebih murah!

Lihatlah berbagai macam barang di Inovation Store, diamna barang yang ditawarkan sangat unik dan harganya diatas rata-rata.

Tapi mereka pintar, karena tidak mungkin menaruh harga 100.000, 1 juta, 3 Juta dll.

Pasti mereka memilih angka 99.900, 999.990, 2.999.900 dll, meskipun yang dibayarkan tetap utuh seratus ribu, satu juta, dan tiga juta.

Psikologi harga tersebut membuat calon pembeli merasa lebih ringan… meskipun tidak betul-betul ringan.

Jumat, 19 September 2008

Goal yang menghipnotis

Terry Dean, seorang internet marketer kawakan berupaya mendapatkan sebuah cincin kawin berlian sebelum pernikahannya dimulai.

Target itu sangat emosional dan memotivasinya untuk bertindak.. hasilnya dalam empat bulan hasil penjualan onlinenya bisa digunakan untuk membeli cincin idamannya tersebut.

Rabu, 17 September 2008

Alam bawah sadar mempengaruhi kesadaran untuk membeli

Misalnya anda menjual buku ”bagaimana mengatasi rasa malu berbicara dengan wanita”.

Prospek anda tidak akan membeli sampai ia membayangkan pada saat bertemu dengan seorang wanita cantik, kemudian dengan lancarnya ia berbicara.
Bagaimanapun juga, ribuan kali kita telah dipengaruhi oleh tayangan televisi dengan cara semacam ini.

Berapa banyak anda memutuskan untuk membeli setelah membayangkan memakai produknya dan merasakan perasaan positif?

Tentu berulang-ulang...

Emosi positif selalu dapat merubah pendirian kita secara logika dengan sangat mudahnya.

Ketika sebuah blue jeans model terbaru di pajang, saya mulai mendekat dan mulai melihat berapa harganya. Kemudian pergi mencobanya di kamar pas....

Ya... keputusan membeli diambil di depan cermin pada saat saya melihat bayangan saya disitu dan berkata ”keren juga ya...”

Begitu juga terjadi di counter sepatu kulit, jas, tas kerja, jam tangan bahkan makanan.

Nah... kalau anda menjual suatu produk, sudahkah anda mempermudah prospek anda membayangkan.. bagaimana seandainya jika produk ini di pakai.

Semakin jelas bayangan yang di bentuk di pikiran prospek dari gambarnya, suaranya sampai gerakan dan perasaan yang terkandung di dalamnya maka semakin besar kemungkinannya dia akan membeli.

Mudah mudahan materi bisa menjadi acuan singkat untuk membantu anda menghipnotis prospek anda.


Salam Laris Manisss...!



Arli Kurnia
http://dukundagang.co.cc

Sabtu, 13 September 2008

Bagaimana menghipnotis lewat tulisan

Bagaimana menghipnotis lewat tulisan

Berikut ini adalah trik yang sering digunakan oleh penjual profesional dalam membuat sales letter. Yaitu dengan memberikan kalimat pembuka yang powerful untuk membuat pembaca terus membaca tulisan dan merasakan sesuatu.

Contoh:

Kamis, 11 September 2008

Baca tulisan dibawah ini dengan teliti dan bayangkan…!

Kalau mampir di warung nasi goreng pak joko silakan pesan sepiring nasi goreng ayam.

Seorang pelayan akan menghidangkan sepiring nasi goreng ayam yang aroma lezatnya sudah tercium dari jarak lima meter. Aroma bumbu gurih, asin dan pedas yang pas…membuat air liur saya keluar, dan tidak sabar lagi untuk menikmatinya.

Nasi goreng tersebut berwarna coklat kemerahan berasap karena barusan keluar dari wajan.

Yang lebih istimewa lagi, potongan ayamnya nyaris utuh sebesar genggaman tangan sehingga memberi kesan mantabbbb….!

Tiba saatnya untuk menikmatinya, saya mengambil sendok dan mencoba nasi yang beraroma gurih tersebut sedikit dulu…. Lidah saya merasakan rasa gurih yang khas yang belum pernah saya temui dimanapun juga sebelumnya.

Matapun agak terpejam tidak kuasa menahan lezatnya sendokan pertama dari nasi goreng istimewa tersebut…

OK…. STOP

Apakah anda terlena dan membayangkannya? Apa yang anda rasakan? Lapar? Atau lidah anda sedikit terganggu?

Kalau anda bisa merasakannya, berarti anda telah terhipnotis oleh tulisan tersebut.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh para pelaku hipnotis? Mereka membentuk bayangan secara visual, auditory, dan kinestetic secara detail sehingga pembacanya ikut merasakannya.

Film-film mulai dari sinetron sampai ke box office telah menghipnotis jutaan pemirsa, iklan tv telah menghipnotis jutaan konsumen.

Menurut Dr. Milton Ericson, ”semua komunikasi yang berhasil adalah hipnotis”.

So... apa yang harus kita lakukan.

  1. Berlatih Visual, coba sebutkan secara detail apapun yang anda lihat tentang sebuah benda atau kejadian. (contoh: sebuah mobil kijang inova hitam ber plat nomor H 1234 BG yang dikemudikan oleh seorang wanita cantik berkacamata hitam dan berumur sekitar 21 tahun. Kulitnya putih dan sepertinya seorang model)
  2. Berlatih Auditori, sebutkan suara apa yang anda dengar (contoh: ciiit... mobil tersebut berhenti secara tiba-tiba di samping saya. Kemudian kacanya terbuka secara perlahan dan terdengar suara seorang wanita yang tidak asing bagiku memanggil... ”arli...”)
  3. Berlatih Kinesthetic, sebutkan atau peragakan gerakan atau perasaan secara detail. (saking kagetnya saya sampai melompat, dan mendadak berketingat dingin... tetapi merasa begitu lega karena wajah teman lamaku yang canting muncul di balik kaca mobil itu.)

Ok... sekarang ... silakan berlatih lebih dalam lagi dan gunakan di setiap kali anda bercerita.

Saran saya, cari seorang anak kecil dan coba ceritakan dongeng sebisa anda, semakin anak kecil itu memperhatikan anda maka anda semakin mahir.


Salam LARIS MANISSS...!

Rabu, 10 September 2008

Hipnotis membantu saya menjual sabun cuci berkualitas tinggi seharga 100 ribu dalam 1 menit

Berbekal kenekatan dan keberanian saya mencoba metode ini...

Ceritanya begini:

Waktu itu (2 tahun yang lalu) saya menjadi seorang distributor sabun cuci merek XXX yang berkualitas tinggi.

Harganya 100ribu rupiah per kg, ya.. anda tahu terlalu mahal untuk ukuran sabun cuci biasa.

jadi ...

Berkali-kali saya ditolak oleh ibu-ibu di arisan... mereka bilang mending pakai sabun biasa.

Hari itu saya merasa semakin penasaran, ada sekitar 50 dus yang ada di rumah saya dan saya pikir.. "wah modal saya susah kembali kalau caranya begini"

Maklum waktu itu saya sedikit nekad dengan memborong sabun yang saya kira bakalan laris...

akhirnya saya membaca sebuah artikel tentang hipnotis dalam penjualan... dan saya terapkan kurang lebih saya berkata seperti ini:

"coba bu...bayangkan saja waktu saya nyuci, tangan saya tetap dingin dan tidak rusak, air yang saya pakai juga sangat sedikit, cukup satu ember untuk duapuluh potong pakaian... air mahal lho bu...

saya juga tidak menkucek... cuma merendam, bayangkan saja betapa hemat tenaga kita, daripada dipakai untuk mengkucek mending buat masak... ya kan bu...

tanaman hias saya juga sekarang tumbuh dua kalilipat lebih subur karena setelah mencuci sisa sabunnya saya gunakan untuk menyiram tanaman.

ya... ramah lingkungan.. (saya berkata sambil menggerakkan tangan dan mengkeryitkan dahi tanda serius)

yang sulit dipercaya lagi... satu sendok makan sabun ini bisa dipakai untuk membersihkan dua ember pakaian yang sangat kotor... seperti kena lemak, becek, dan kotoran yang berbau...

ini fakta bu...

dan sssst....

(saya mencoba untuk berbisik dan mengecilkan suara saya yang tadinya menggebu-gebu)

Kalau pakaian kita tidak kering... sabun ini tidak menimbulkan bau apek...

harganya cuma seratus ribu dan bisa dipakai untuk enam bulan... uang hemat...tenaga hemat... air juga hemat...

kebayang kan bu... sudah coba aja ...(bujuk saya)"

ya.. kalimat-kalimat diatas saya ucapkan pada setiap ibu-ibu dan hasilnya dalam sepuluh hari stok sabun saya habis :)

saya dapat pelajaran berharga dari situ..

ternyata konsep hipnotis saya gunakan untuk membantu ibu-ibu membayangkan memakai sabun istimewa saya... dan meyakinkan mereka bahwa sabun saya menguntungkan mereka...

selamat mencoba dan... salam LARIS MANISSS...!



Arli Kurnia

Kamis, 04 September 2008

Pengaruhi Alam Bawah Sadar Prospek untuk Membeli


Misalnya anda menjual buku ”bagaimana mengatasi rasa malu berbicara dengan wanita”. Prospek anda tidak akan membeli sampai ia membayangkan pada saat bertemu dengan seorang wanita cantik, kemudian dengan lancarnya ia berbicara.

Bagaimanapun juga, ribuan kali kita telah dipengaruhi oleh tayangan televisi dengan cara semacam ini.

Berapa banyak anda memutuskan untuk membeli setelah membayangkan memakai produknya dan merasakan perasaan positif?

Tentu berulang-ulang...

Emosi positif selalu dapat merubah pendirian kita secara logika dengan sangat mudahnya.

Ketika sebuah blue jeans model terbaru di pajang, saya mulai mendekat dan mulai melihat berapa harganya. Kemudian pergi mencobanya di kamar pas....

Ya... keputusan membeli diambil di depan cermin pada saat saya melihat bayangan saya disitu dan berkata ”keren juga ya...”

Begitu juga terjadi di counter sepatu kulit, jas, tas kerja, jam tangan bahkan makanan.

Nah... kalau anda menjual suatu produk, sudahkah anda mempermudah prospek anda membayangkan.. bagaimana seandainya jika produk ini di pakai.

Mudah mudahan materi bisa menjadi acuan singkat untuk membantu anda menghipnotis prospek anda.


LARIS MANISSS...!

Selasa, 02 September 2008

Waking Hypnosis

(ditulis oleh Adi W Gunawan, http://adiwgunawan.com/)

Di salah satu weekend di bulan Mei 2008, dalam rangkaian pelatihan hipnoterapi 100 jam, saya sempat bertemu dengan beberapa kawan yang juga menyelenggarakan pelatihan di ruang berbeda di lantai 6 Hotel Ciputra Jakarta. Saya menggunakan kesempatan ini untuk berbincang sejenak sambil berfoto bersama.

Di sela-sela obrolan kami tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Pak, main hipnosis dong”.

Sambil tersenyum saya menoleh ke seorang staff kawan saya, sebut saja Lani, dan berkata, “Coba satukan kedua jari anda. Letakkan di depan mata sekitar 20 cm dan sekarang kedua jari anda lengket tidak bisa dilepas”.

Apa yang terjadi kemudian?


Benar, jari Lani lengket. Tidak bisa dilepas. Semakin ia berusaha melepas kedua jarinya semakin lengket jadinya. Lani tampak mulai panik. Sambil terus berusaha melepas kedua jarinya, tapi tetap nggak berhasil, ia berkata, “Pak… pak.. ini kok bisa jadi begini? Kenapa nggak bisa dilepas?”

Sudah kepalang tanggung… saya teruskan main-main ini dengan membuat Lani nggak bisa jalan, kakinya lengket di lantai dan saya membuat punggung tangan kanannya mati rasa sehingga tidak terasa apapun saat dicubit dengan keras.

Setelah itu saya membuat semuanya kembali seperti sedia kala. Lani sudah bisa melepas jarinya, bisa jalan, dan kalo dicubit sudah bisa merasa sakit. Saya lalu minta ijin untuk ke toilet.

Saat balik dari toilet saya melihat rekan-rekan Lani bertanya-tanya mengenai hal yang baru dialami Lani. Banyak yang tidak percaya. Mereka pikir Lani hanya main-main saja. Padahal saya baru pertama kali bertemu Lani.

Sebenarnya saya sudah mau kembali ke kelas pelatihan saya tapi tiba-tiba ada dorongan untuk main-main sekali lagi. Saya lalu mendekati Lani dan berkata, “Lan, boleh nggak saya pinjam namamu?” “Boleh Pak” jawabnya. “Sungguh lho ya” tanya saya sekali lagi. “Ya pak.. boleh” jawabnya mantap.

Apa yang terjadi setelah itu?

Saya lalu bertanya, “Siapa nama anda?”

Lani tiba-tiba tidak ingat namanya. Semakin keras ia berusaha mengingat namanya semakin lupa jadinya. Dari sini saya melanjutkannya dengan, “Coba anda lihat siapa ini?”

“Oh, ini Pak Rudy” jawabnya sambil memandang rekan saya, yang berada di depannya.

“Kalau ini siapa?” tanya saya sambil menunjuk ke diri saya sendiri.

“Pak Adi” jawabnya.

“Ok, sekarang di sini hanya ada anda, Lani, dan dua orang Pak Rudy. Anda lihat di sini ada dua orang Pak Rudy. Tidak ada Pak Adi” perintah saya.

Apa yang terjadi setelah itu?

Benar, Lani tidak melihat siapapun kecuali dirinya sendiri, dan dua orang “Pak Rudy”. Lani melihat diri saya sebagai Pak Rudy.

Karena telah ditunggu di kelas saya segera mengakhiri main-main ini walaupun sebenarnya penonton masih menginginkan lebih. Sambil bercanda saya berkata, “Kalo mau lebih, ya harus pake bayar dong. Nggak bisa gratis seperti ini.”

Nah, pembaca, anda mungkin bertanya berapa lama waktu yang saya gunakan untuk main-main ini? Tidak lama. Hanya sekitar 2-3 menit saja.

“Ah yang benar…masa hanya 2-3 menit saja?” Lho, ini serius.

Bagi anda yang familier dengan hipnosis dan hipnoterapi anda tahu bahwa yang saya lakukan sebenarnya adalah hal yang biasa saja. Jari lengket, nggak bisa jalan, punggung tangan mati rasa, lupa nama, nggak bisa melihat orang, melihat seseorang sebagai orang lain, ini adalah fenomena yang dapat diciptakan by design dengan memahami cara kerja pikiran, level kedalaman hipnosis, dan sugesti pascahipnosis dengan menggunakan semantik yang tepat. Dalam hipnosis / hipnoterapi istilah teknisnya adalah limb catalepsy, anesthesia, amnesia, positive dan negative visual hallucination.

Yang mungkin menjadi pertanyaan anda adalah bagaimana saya bisa melakukannya dengan sangat cepat dan mudah? Negative visual hallucination adalah fenomena yang hanya bisa muncul atau diciptakan saat seseorang berada dalam kondisi profound somnambulism.

Bagi anda pembaca yang kurang familier dengan jargon-jargon hipnosis, kondisi profound somnambulism adalah keadaan trance atau hipnosis yang sangat dalam. Jika menggunakan skala kedalaman trance Davis Husband Susceptibility Scale (DHSS) maka negative visual hallucination baru bisa tercipta saat klien berada di level 29, dari 30 level kedalaman.

Dalam kondisi normal, untuk membawa seseorang masuk ke kondisi profound somnambulism, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Pengalaman saya pribadi, dalam konteks terapi, menunjukkan bahwa subjek hipnosis atau klien harus diedukasi terlebih dahulu. Ini bisa 30 menit, bisa 1 jam, atau bahkan 2 jam. Intinya, perasaan takut dan berbagai miskonsepsi klien harus diatasi terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan induksi untuk membawa klien masuk ke kondisi deep trance. Induksi formal yang biasa saya gunakan membutuhkan sekitar 4 detik hingga maksimal 4 menit saja.

Nah, pertanyaannya lagi, bagaimana saya bisa membawa Lani masuk kondisi profound somnambulism dengan begitu cepat dan mudah, tanpa perlu melakukan edukasi dan mengatasi rasa takutnya? Hanya dengan memberikan “perintah”, langsung jadi. Nggak perlu pake teknik yang aneh-aneh.

Pembaca, ini yang ingin saya bagikan pada anda melalui artikel ini yaitu Waking Hypnosis.

Memahami waking hypnosis diawali dengan memahami semantiknya. Waking artinya bangun, tidak tidur. Hypnosis, menurut definisi US Dept. of Education, Human Services Division, adalah bypass of the critical factor of conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking atau penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti atau pemikiran.

Jadi, waking hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti atau pemikiran dalam kondisi bangun atau mata terbuka.

Istilah waking hypnosis pertama kali digunakan oleh Wesley Wells di tahun 1924 dan untuk pertama kalinya muncul di buku yang berjudul An Outline of Abnormal Psychology, terbitan tahun 1929.

Sedangkan menurut Elman, di bukunya Hypnotherapy, 1964, waking hypnosis adalah “when hypnotic effects are achieved without the trance state” atau saat efek hipnosis dicapai tanpa kondisi trance.

Saya pribadi mendefinisikan waking hypnosis sebagai “segala sesuatu yang dilakukan seseorang yang mampu membuat pendengarnya bereaksi karena gambaran mental yang ditanamkan di pikiran mereka tanpa perlu dilakukan induksi hipnosis secara formal”.

Nah, sekarang bagaimana cara melakukan waking hypnosis?

Sabar dulu dong. Saya akan jelaskan dulu contoh waking hypnosis biar artikel ini lebih punya taste. Nggak ada contoh… nggak rame. Yang penting anda ingat ya definisi waking hypnosis di atas.

Apa saja contoh waking hypnosis ?

Ini saya beri beberapa contoh: apa yang dikatakan oleh orangtua pada anak, apa yang dikatakan guru kepada anak/murid, saat ke dokter, kampanye pemilu, iklan tv, agama, pendidikan ala militer, orangtua yang mengusap atau meniup bagian tubuh anak yang sakit sambil berkata “Nggak apa kok, sakitnya sudah mama ambil. Jadi sekarang sudah nggak sakit”.

Masih banyak contoh lain. Namun dari semua contoh waking hypnosis, yang paling kuat dan dahsyat adalah (jatuh) cinta. Kalau sudah jatuh cinta… berjuta rasanya, seperti katanya Eddy Silitonga.

Nah, sekarang bagaimana cara melakukan waking hypnosis?

Mudah kok. Yang penting anda harus tahu mekanisme pikiran. Sesuai dengan definisi waking hypnosis di atas maka yang perlu dilakukan adalah kita harus bisa menembus critical factor dari pikiran sadar dan selanjutnya memasukkan suatu perintah atau sugesti ke pikiran bawah sadar. Bagi anda yang awam dengan hipnosis, critical factor adalah filter yang menyaring informasi yang akan masuk ke pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar baru dapat kita “otak-atik” dengan mudah bila si penjaga ini berhasil ditembus.

Ada tiga cara yang biasanya digunakan untuk menembus critical factor. Pertama, kita membuat critical factor bosan. Kedua dengan membuatnya lengah. Dan ketiga dengan membuat critical factor kaget. Ini adalah tiga teknik dasar yang umumnya digunakan secara terpisah atau digabungkan saat melakukan induksi secara formal terhadap seorang klien atau subjek hipnosis.

Ada cara lain yang juga sangat efektif selain tiga cara di atas yaitu dengan menggunakan otoritas (authority), emosi (emotion), dan informasi berlebih (message overload). Tiga cara ini yang paling sering saya gunakan saat melakukan waking hypnosis.

Sekarang mari kita analisis apa yang saya lakukan terhadap Lani. Pertama, ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan saya. Ia mengenal saya dari buku-buku saya yang ia baca, plus komentar dari beberapa orang rekannya. So… ia memandang saya sebagai figur dengan otoritas penuh. Apalagi saat itu ia tahu saya sedang memberikan pelatihan hipnoterapi 100 jam.

Saking senangnya bertemu saya Lani langsung minta foto bersama. Di sini faktor kedua yaitu emosinya bermain sangat intens. Saya dengan sangat mudah membangun rapport dengan Lani. Begitu dua faktor penting di atas berhasil saya dapat maka saya dengan mudah dapat melakukan waking hypnosis terhadap siapapun hanya dengan menambahkan faktor ketiga yaitu message overload .

Jadi, saat saya meminta Lani menyatukan kedua jarinya, saya sudah mendapatkan message overload. Yang ada di pikiran Lani pasti macam-macam, “Kenapa ya kok saya diminta menyatukan kedua jari saya? Mengapa jari-jari di tangan kiri, bukan yang kanan? Kenapa di letakkan di depan mata? Kenapa 20 cm, bukan 30 cm?”. Semua ini ditambah lagi Lani saat itu menjadi pusat perhatian temannya. Walau pikiran sadarnya hanya menatap jari dan mendengar suara saya namun melalui peripheral vision ia mendapat sangat banyak informasi mengenai keadaan sekitarnya. Semua ini mengakibatkan Lani mengalami message overload.

Anda jelas sekarang? Mudah kan?

Dengan menggunakan teknik deepening tertentu, tanpa sepengetahuan penonton, saya langsung membawa Lani ke level profound somnambulism. Saat mencapai level ini maka berbagai fenomena hipnosis dapat dimunculkan dengan sangat mudah.



dikutip dari http://adiwgunawan.com/

Pages