Jumat, 05 September 2008

Kalau Saja Saya Bisa Membuka pikiran prospek...

kalau di bedah isi kepala prospek isinya apa saja ya?

sesulit apapun pemikiran sorang manusia... dia hanya punya 2 (dua) hal

catat baik-baik...

  1. Mencari nikmat
  2. Menghindari sengsara

Si Budi (nama samaran, mohon maaf kalau namanya kebetulan sama dengan anda), memprospek seorang temannya.

Setelah 3 jam berdebat tanpa hasil, dia menelpon saya untuk berkonsultasi. Dan beberapa saat kemudian kami bertmu.

Intinya, dia mengeluh tentang perdebatannya dengan si prospek, Budi bilang "pak orang ini sulit, sudahlah pelit tidak mau rugi, argumennya banyaaak sekali, gimana dong?"

saya bilang ke Budi "ya jelas semua orang tidak mau rugi, emang kamu mau rugi?"

Budi:"ya jelas tidak lah"

Saya:"ya sudah...."

Intinya tidak satupun orang mau di rugikan, menurut saya dalam kasus ini telah terjadi sebuah kesalah pahaman. saya percaya, banyak distributor MLM maupun Marketer yang mengalaminya juga.

di setiap presentasi penjualan anda, harus selalu anda perhatikan dua prinsip diatas tadi bahwa manusia mencari nikmat dan menghindari sengsara.

jadi anda harus temukan apa keuntungan prospek kalau bertransaksi dengan anda, dan apa pahitnya kalau tidak.

contoh:

"pak, kalau bapak mau ambil keuntungan besar ini formulir pendaftarannya, bulan ini juga bapak bisa dapat bonus.....bla...bla...bla(mencari nikmat), daripada kesempatan ini diambil orang lain...kan bapak rugi besar, bonus 1 juta rupiah kalau sampai lepas kan sayang(menghindari sngsara)."

"mending produk ini dicoba bu... daripada sakitnya tambah parah, kan semua aktivitas ibu jadi terganggu (menghindari sengsara), tenang saja...ini semua alami dan tidak ada efek samping. kalau besok ibu sembuh kan bisa jualan lagi, bisa arisan... ketemu sama temen...jalan-jalan ...bla...bla...bla (mencari nikmat)"

ingat: buatlah daftar sebanyak mungkin tentang keuntungan prospek kalau membeli produk anda dan krugiannya kalau tidak membeli.

sampaikan dengan detail, emosional, tulus dan penuh perhatian.

tidak mungkin prospek menolak.

nb: bahkan dengan cara ini, prospek saya sampai meminjam sejumlah dana untuk membeli produk... jadi kalau anda tidak yakin bahwa produk anda bisa membantu prospek...JANGAN LAKUKAN... cara ini, kasihan...

selamat mencoba

LARIS MANISSS...!


arli kurnia

Kamis, 04 September 2008

jurus AMPUH penjualan yaitu PENASARAN

Bikin penasaran ala Mie Sedaap

Mengikuti sejarah pemasaran di Indonesia memang cukup menggelitik otak saya. Khususnya beberapa tahun yang lalu pada saat Mie Sedaap melaunching produknya. Dalam waktu yang sangat singkat iklannya berhasil menebus angka penjualan yang fantastis.

Di beberapa tempat srategis di ibu kota banyak terpasang iklan yang berbunyi sedaaaaap dan tidak ada keterangan siapa pengiklannya.

Selama beberapa waktu iklan tersebut mengundang perhatian banyak orang. Kemudian ”its the show time” bada saat yang sangat tepa, yaitu pada saat orang sudah mulai bertanya ... ”ini iklan apa sih?” baru perusahaan itu memasang ulang iklan yang mencantumkan mie sedaap sebagai produknya.

Tentu saja rasa penasaran orang banyak langsung terjawab dan mereka pun Langsung mengingat... ”ooo iklan mie to”

Jurus ini begitu efektif dan sangat memukau para pengamat periklanan. Ya... memang penasaran membuat kita lebih antusias untuk mengetahui ... apa sih sebenarnya.

Bikin penasaran ala Bread Talk

Begitu masuk pintu samping Grand Mall Solo, lagsung tercium bau roti yang menggiurkan.

Terlihat kesibukan di sebuah toko di dalamnya yang terdapat beberapa koki sedang membuat kue dengan begitu interaktif.

Ada yang mengolah adonan, ada yang menabur coklat, ada yang mengiris keju dan ada yang mengurus pemanggang kue.

Ide brilian ini mengundang banyak orang untuk mengantri di dekat kasir. Omset perharinya luar biasa.

Semakin saya mendekat ke toko tersebut maka semakin penasaran, pertama penasaran untuk melihat bagaimana cara membuatnya, kemudian penasaran untuk melihat hasil rotinya. Dan ... anda tahu terakhir penasaran untuk mencicipinya.

Ternyata rasanya juga enak dan empuknya khas Bread Talk.



LARIS MANISSS...!

Membeli Karena Gengsi

Konsep yang satu ini begitu menonjol di kalangan masyarakat negeri kita. Ya.... Membeli Karena Gengsi.

Aneh tapi nyata ... jarang dilihat tapi ini fakta

Berapa banyak konsumen yang membeli barang entah itu mobil, motor, handphone maupun rumah tinggal karena gengsi atau prestige nya?

Handphone pada prinsipnya bisa didapatkan hanya dengan harga 300 ribu rupiah, tentunya sudah komplit fungsinya secara umum, bisa telepon dan sms.

Bagaimana dengan komunikator yang seharga diatas 10 Juta? Tentu saja fungsinya sama, bisa telepon dan sms.

Memang ada fungsi-fungsi tambahan seperti security, camera, koneksi GPRS dan 3G yang memungkinkan untuk menelpon sambil melihat wajah lawan bicara melalui video streaming.

Tapi tetap saja 80% penggunaannya ya untuk telepon dan sms.

Mengapa Hanphone mahal juga masih laku? Malahan laris seperti kacang goreng?
GENGSI...!

Kalau anda adalah seorang Pengusaha yang memiliki 17 perusahaan beromset milyaran perbulannya masa’ sih mau pakai handphone layar hitam putih seharga 300ribu-an? Apa kata klien atau relasi bisnis anda nantinya?

Kalau anda mengunjungi sebuah toko buku seperti Gramedia, di sana tersedia alat tulis yang begitu lengkap. Mereknya bervariasi mulai dari seharga seribu rupiah sampai Mont Blanc seharga tujuh juta lebih sedikit.

Orang awam pasti berfikir, siapa yang beli ya.... anda tahu, ketika saya pergi menghadiri meeting yang dihadiri oleh para pengusaha, rata-rata mereka memakai ballpoint tersebut.

Kalau anda juga pengguna ballpoint jenis tersebut, anda pasti juga merasakan, menulis dengan lebih mantap, yakin, penuh percaya diri, kreatif dan begitu powerfull.... apalagi kalau sedang menandatangani cek, atau rekening dengan jumlah yang besar.... asli...rasanya memang tak terlupakan.

Konsep ini juga digunakan oleh beberapa brand seperti Harley Davidson, Tji Sam Soe, BMW, maupun Mercedes Benz. Para konsumennya sudah jelas, yaitu para kelas atas yang tidak mempertimbangkan harga maupun kebutuhan, tetapi cenderung ke kualitas gaya hidup, atau dengan kata lain ”membeli karena gengsi”.

Merek biasa juga bisa dibeli dengan mahal - karena Gengsi

Kalau merek-merek di atas memang diciptakan untuk menjangkau kalangan kelas atas, di kasus ini semua merek bisa dibeli hanya karena gengsi.

Berapa harga sebotol coca-cola di supermarket? Rata-rata 1200 rupiah.

Kalau di jual di Grand Hyatt ? wah... bisa 15 – 20 ribu sebotolnya.

Apa yang terjadi disini?

Botolnya sama, produknya sama, ukurannya sama, bahannya sama, bahkan pabriknya pun sama.... benar-benar sama.

Yang berbeda lokasinya, di Hotel-hotel berbintang disediakan minibar yang berisi minuman dan snack sama seperti yang sering anda jumpai di supermarket.

Harganya minimal 10 kali lipat dari harga biasa, mengapa? Karena yang membeli mampu membelinya, dan saya rasa jarang sekali ada tamu hotel berbintang yang sengaja keluar hotel untuk mencari minuman murah.... jadi meskipun mahal ya tetap saja dibeli.... sekali lagi karena Gengsi.

Apakah hanya kalangan menengah keatas yang bisa membeli karena gengsi?

Tidak... coba anda perhatikan di lingkungan perumahan tipe 21, konsep ini sering digunakan oleh para sales sepeda motor.

Kalangan menengah kebawah juga punya gengsi (nb: itulah penyebab utama kehidupannya tidak berubah).

Banyak sekali orang membeli motor karena tetangganya kemarin habis beli motor. Hanya sekedar ingin menunjukkan bahwa dia mampu membeli.

Jadi seorang sales yang berhasil menjual di suatu tempat (misal perumahan) dapat dipastikan ordernya akan berkesinambungan di tempat yang sama.

Menurut Rudi (seorang sales motor yamaha), setelah dia berhasil menjual di sebuah perumahan, keesokannya ia mendatangi para tetangga konsumennya tersebut dan mengatakan : ”Pak X baru saja beli motor dari saya, mumpung promo pak, bapak ambil sekalian nanti saya bantu urus kreditnya...”

”Itu adalah bahasa yang paling ampuh” menurut penuturan Rudi. Sebagian besar mau nyicil motor yang ia jual. Dengan cara itu targetnya selalu tercapai tiap bulannya.

Ya... Gengsi bisa menjadi kekuatan anda.

Tips: Bagaimana menghadapi orang yang kritis....?

Di banyak seminar penjualan yang saya bawakan pertanyaan di atas selalu ditanyakan oleh para peserta... rupanya penjual pemula yang seringkali takut menghadapi orang-orang yang kritis.

Pertama, anda harus mengenali apakah pertanyaan orang-orang kritis tersebut pertanyaan ingin tahu atau menjatuhkan?

Kalau pertanyaan ingin tahu berarti orang tersebut benar-benar ingin membeli produk anda, hanya saja butuh informasi lebih. Biasanya orang semacam ini bertanya dengan intonasi, nada dan pilihan kata yang cenderung positif.

Tapi kalau nadanya sudah seperti ingin menjatuhkan argumen anda baik dari sisi produk, profil perusahaan maupun kredibilitas anda sebagai penjual profesional, berarti orang tersebut ingin kelihatan lebih pintar dari anda.

Kedua, lakukan trik ini:

Sederhana.... penuhi saja Gengsinya maka dia akan membeli, langsung ubah bahasa anda dan merendah, panggil dia dengan sebutan BOS... dan katakan

”untuk ukuran seperti BOS ini ya saya bawakan yang terbaik lah... masak saya bawa barang murahan, kan nggak mungkin...betul kan pak....?...meskipun satu gudang bapak bisa beli percaya saya pak ini kualitas unggulan” (untuk mengatasi keberatan harga)

”perusahaan kita belum apa-apa kok, tapi saya rasa bapak lebih cermat dan arif dalam menganalisa, jujur saya bangga bisa bertemu bapak dengan tehnik analisa yang genius....bla...bla..bla” (untuk mengatasi kritikannya tentang profil perusahaan anda)

"Saya yakin bapak lebih pintar dari semua orang yang hanya melihat dari luarnya saja... untuk bisa merasakan detail dan menganalisa bukannya lebih baik bapak coba satu dulu.... saya rasa cara tersebut lebih bijak dan sesuai buat bapak...(untuk mengatasi keberatan menenai kualitas produk)."

Sebagai penjual profesional, saya senang sekali menghadapi orang-orang yang sengaja bertanya dengan pertanyaan yang menjatuhkan... karena secara tidak sadar dia memperlihatkan kelemahannya sendiri, berarti konsumen tersebut memiliki rasa ingin dihargai yang sangat tinggi...ya... itu makanan empuk, dan semua orang bisa menjual pada orang-orang dengan gaya seperti itu, yang penting bisa memuji...itu cukup.

Gengsi sangat berkaitan dengan Greedy (keserakahan) yang menjadi bahasan utama kita kali ini.

LARIS MANISSS...!

Pengaruhi Alam Bawah Sadar Prospek untuk Membeli


Misalnya anda menjual buku ”bagaimana mengatasi rasa malu berbicara dengan wanita”. Prospek anda tidak akan membeli sampai ia membayangkan pada saat bertemu dengan seorang wanita cantik, kemudian dengan lancarnya ia berbicara.

Bagaimanapun juga, ribuan kali kita telah dipengaruhi oleh tayangan televisi dengan cara semacam ini.

Berapa banyak anda memutuskan untuk membeli setelah membayangkan memakai produknya dan merasakan perasaan positif?

Tentu berulang-ulang...

Emosi positif selalu dapat merubah pendirian kita secara logika dengan sangat mudahnya.

Ketika sebuah blue jeans model terbaru di pajang, saya mulai mendekat dan mulai melihat berapa harganya. Kemudian pergi mencobanya di kamar pas....

Ya... keputusan membeli diambil di depan cermin pada saat saya melihat bayangan saya disitu dan berkata ”keren juga ya...”

Begitu juga terjadi di counter sepatu kulit, jas, tas kerja, jam tangan bahkan makanan.

Nah... kalau anda menjual suatu produk, sudahkah anda mempermudah prospek anda membayangkan.. bagaimana seandainya jika produk ini di pakai.

Mudah mudahan materi bisa menjadi acuan singkat untuk membantu anda menghipnotis prospek anda.


LARIS MANISSS...!

Rabu, 03 September 2008

Puasss makan di Spesial Sambal



Warung makan sambal ini menjadi begitu laris belakangan ini. Mengapa ya?

Coba sekali-kali anda mampir di sana dan pesan beberapa menunya. Ada tersedia macam-macam sambal, mulai dari sambal tomat, terasi, belut, tempe ... dan banyak lagi. Kurang lebih ada duapuluhan jenis sambal yang harganya berkisar antara seribu sampai duaribu limaratus rupiah per porsinya.

Lauk pauk yang bikin lidah bergoyang seperti ayam goreng, tempe goreng yang dihidangkan panas-panas.

Yang lebih khas lagi .. kesan setelah menyantap semua hidangan disana. Perut terasa kenyang, mulut panas, keringat mengucur dan puasssss...

Jujur saya akui pelayannannya begitu cepat. Sangat mendukung sekali mengapa warung makan tersebut menjadi laris manis.

Betul betul membuat orang merasa ketagihan untuk datang lagi. Tidak heran hampir setiap hari tidak pernah sepi.


dapat ide baru?... jangan lupa isi komentar ya


Salam Sukses

Rahasia Marketing Tung Desem Waringin




Tung Desem Waringin memiliki resep laris manis di marketing revolution -nya.



Simak beberapa resep ini yang akan membuat bisnis anda meledak

Ada tiga unsure yang disingkan mejadi USP: Ultimate Advntage, Special Offer, dan Powerfull Promise

Ultimate Advantage


Keunggulan apa yang anda miliki dibandingkan dengan pesaing anda. Beliau mencontohkan toko buku Toga Mas miliknya, dimana toko buku tersebut memiliki lahan parkir yang cukup luas dan GRATIS.

Silakan anda cari apa keunggulan anda atau produk anda. Bisa jadi lebih cepat, lebih besar, lebih indah, lebih murah, lebih aman, lebih .... dan lebih... dan lebih...

Semakin berbeda maka akan semakin laris. Konsep ini menarik sekali dan terbukti omsetnya luar biasa

Special Offer

Tawaran yang menggiurkan... bisa berupa diskon, hadiah, atau limit.
Beli buku Financial revolution berhadiah 2 CD audio Sales Magic dan Financial Revolution. Bahkan yang lebih menarik hadiah tersebut memuat bagaimana cara menjual sepotong roti tawar seharga tigaratus juta dan yang beli berebut.

Hehe.. cukup pintar juga :)

Powerful Promise

Kali ini kita bicara tentang garansi. Anda bisa saksikan di http://www.formulabisnis.com/?id=arlianto sebuah contoh nyata ada disana.

Garansi apa bila yang dikatakan tidak terbukti akan diganti 2 kali lipat dari uang yang anda keluarkan.

Garansi memberikan ketenangan terhadap calon pembeli. Dan membuatnya lebih mudah mengeluarkan uang dari dompetnya :)


Salam Sukses

6 STRATEGI Ampuh prospecting

Menjual sama asyiknya dengan bermain game.

Kadang kita kalah dan tak jarag kita menang. Semakin banyak memainkan game maka kita juga akan semakin mahir.

Malahan lebih serunya, pada saat kita bermain game "penjualan" hasilnya bisa kita nikmati "Rp...Rp...RP".

Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa anda manfaatkan untuk memainkan game penjualan anda supaya bisa menghasilkan lebih banyak income untuk anda. Tapi perlu anda ingat juga seperti halnya "game" ada menang dan kalah, penjualan pun ada kalanya laku dan tida laku.... itu wajar...

1. Memperkenalkan bisnis / produk baru adalah latihan..... meskipun anda sudah menentukan tujuan berapa angka penjualan yang akan anda peroleh bulan ini, pada saat bertemu prospek anda tidak perlu berharap terlalu besar untuk segera menghasilkan transaksi, karena sikap seperti ini akan membuat prospek tidak nyaman.... relax saja, anggap pertemuan awal anda dengan prospek adalah latihan atau pemanasan. Apalai produk anda adalah produk baru...pasti banyak tantangan yang anda hadapi.

2. Persiapkan data (daftar prospek) anda dengan sebaik mungkin... kalau perlu diketik rapih dan diberi tanda setelah anda bertemu dengannya satu persatu. Data prospek adalah bensin dari penjualan anda, tanpa itu tidak banyak yang bisa anda lakukan.

3. Gunakan contekan.... salesman jagoan pun menggunakan contekan pada saat menghubungi prospek melalui telepon. Dengan contekan sederhana di hadapan anda, prospek tidak akan tahu kalau anda sedang membaca...dan enaknya, satu contekan bisa digunakan untuk menghubungi banyak prospek...coba saja dan rasakan keuntungannya.

4. Tempa besi selagi panas.... jadwalkan janji bertemu dengan prospek secepatnya (kurang dari 48 jam) setelah anda menghubunginya, kalau tidak, sudah kadaluwarsa, bisa jadi prospek anda kehilangan semangat bahkan lupa. Ini sering terjadi dan sangat merugikan anda nantinya, so.... segera temui jangan tunda sedikitpun.

5. Pesaing anda bagus..... menjelek-jelekkan perusahaan lain adalah kesalahan penjualan yang paling fatal, kalau anda melihat kelebihan produk atau bisnis anda di banding dengan pesaing.... katakan saja "pak, produk x (milik pesaing) adalah produk bagus....meskipun demikian saya punya solusi tepat untuk permasalahan bapak bla...bla...bla...."

6.Penolakan itu normal.... jangan dambil hati... ingat ini hanya permainan, kalau beli syukur, kalau tidakpun mungkin di lain kesempatan anda masih bisa bekerjasama dengan prospek anda, yang penting jaga hubungan baik anda dengan prospek anda... anda harus selalu jadi "orang baik" di hadapan prospek. Ingat "relasi jauh lebih penting daripada transaksi". kalau hari ini prospek belum membeli berarti dua bulan...tiga bulan...atau kapanpun dia akan membeli dengan nilai yang jauh lebih besar daripada yang anda tawarkan sebelumnya. Yang penting sekali lagi "tetap jaga hubungan baik".

Saya harap 6 strategi ampuh dalam prospekting ini dapat membantu anda meningkatkan angka penjualan, bahkan lebih dari itu mudah-mudahan juga dapat memberikan keuntungan-keuntungan lain untuk anda.

Salam sukses


Arli Kurnia

Selasa, 02 September 2008

Masalah Terbesar Dalam Jaringan

Di sebuah ladang terdapat sebuah batu yang sangat besar. Begitu besarnya sehingga sang petani ladang tersebut merasa dirugikan.

Bayangkan saja, puluhan mata bajaknya rusak, dan tanaman yang dia tanam di sekitar batu tersebut tidak bertumbuh dengan baik.

Selama bertahun-tahun si petani merasa kesulitan, dan jengkel terhadap batu besar tersebut.
Sudah lama sekali dia memikirkan bagaimana cara menyingkirkan batu tersebut dari ladangnya, tapi sepertinya tak satupun cara akan berhasil.

Kalau diangkat, batu tersebut terlalu berat, butuh beberapa ekor kerbau untuk mengangkatnya. Kalau dipecahkan, sudah terbayang betapa besar tenaga yang diperlukan untuk memukul, dan tak satupun alat yang bisa digunakan untuk memukulnya.

Suatu hari si petani memutuskan untuk mengambil linggis dan mencoba menggali dari sisi batu tersebut, betapa terkejutnya dia setelah mengetahui bahwa ternyata batu tersebut hanya menempel di tanah, dan bukan hanya itu, ternyata dia juga menemukan banyak retakan-retakan di bawah batu tersebut.

Hari itu juga si petani mengambil beberapa alat sederhana untuk memecahkan batu tersebut, dan hanya dalam beberapa pukulan saja batu tersebut suda pecah berkeping-keping. Kemudian dia memindahkan satu-demi-satu kepingan batu tersebut dengan sangat mudah.

Banyak sekali persoalan yang harus kita hadapi di bisnis jaringan, mulai dari penolakan, isu negatif tentang bisnis MLM, opini dari orang-orang yang gagal dalam menjalankan bisnis, produk yang dibilang mahal dan banyak lagi.

Percaya atau tidak, masalah tersebut menjadi semakin besar pada saat kita mencoba untuk memikirkannya.

Seperti halnya cerita tentang petani dan batu besar di atas, bahwa sebenarnya pada saat kita mau mengambil tindakan kecil untuk memperbesar jaringan, ternyata banyak sekali jalan keluar yang muncul tanpa kita sadari sebelumnya.

Jadi kunci dari semua permasalahan sebenarnya bukan masalah itu sendiri, tapi bagaimana kita menyikapinya.

Dan apapun masalah di dalam jaringan, cobalah untuk mengambil tindakan, tidak hanya memikirkan saja, karena semakin dipikirkan suatu masalah akan menjadi semakin berat.
Selamat mengambil tindakan, Sukses untuk kita semua

Arli Kurnia

Waking Hypnosis

(ditulis oleh Adi W Gunawan, http://adiwgunawan.com/)

Di salah satu weekend di bulan Mei 2008, dalam rangkaian pelatihan hipnoterapi 100 jam, saya sempat bertemu dengan beberapa kawan yang juga menyelenggarakan pelatihan di ruang berbeda di lantai 6 Hotel Ciputra Jakarta. Saya menggunakan kesempatan ini untuk berbincang sejenak sambil berfoto bersama.

Di sela-sela obrolan kami tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Pak, main hipnosis dong”.

Sambil tersenyum saya menoleh ke seorang staff kawan saya, sebut saja Lani, dan berkata, “Coba satukan kedua jari anda. Letakkan di depan mata sekitar 20 cm dan sekarang kedua jari anda lengket tidak bisa dilepas”.

Apa yang terjadi kemudian?


Benar, jari Lani lengket. Tidak bisa dilepas. Semakin ia berusaha melepas kedua jarinya semakin lengket jadinya. Lani tampak mulai panik. Sambil terus berusaha melepas kedua jarinya, tapi tetap nggak berhasil, ia berkata, “Pak… pak.. ini kok bisa jadi begini? Kenapa nggak bisa dilepas?”

Sudah kepalang tanggung… saya teruskan main-main ini dengan membuat Lani nggak bisa jalan, kakinya lengket di lantai dan saya membuat punggung tangan kanannya mati rasa sehingga tidak terasa apapun saat dicubit dengan keras.

Setelah itu saya membuat semuanya kembali seperti sedia kala. Lani sudah bisa melepas jarinya, bisa jalan, dan kalo dicubit sudah bisa merasa sakit. Saya lalu minta ijin untuk ke toilet.

Saat balik dari toilet saya melihat rekan-rekan Lani bertanya-tanya mengenai hal yang baru dialami Lani. Banyak yang tidak percaya. Mereka pikir Lani hanya main-main saja. Padahal saya baru pertama kali bertemu Lani.

Sebenarnya saya sudah mau kembali ke kelas pelatihan saya tapi tiba-tiba ada dorongan untuk main-main sekali lagi. Saya lalu mendekati Lani dan berkata, “Lan, boleh nggak saya pinjam namamu?” “Boleh Pak” jawabnya. “Sungguh lho ya” tanya saya sekali lagi. “Ya pak.. boleh” jawabnya mantap.

Apa yang terjadi setelah itu?

Saya lalu bertanya, “Siapa nama anda?”

Lani tiba-tiba tidak ingat namanya. Semakin keras ia berusaha mengingat namanya semakin lupa jadinya. Dari sini saya melanjutkannya dengan, “Coba anda lihat siapa ini?”

“Oh, ini Pak Rudy” jawabnya sambil memandang rekan saya, yang berada di depannya.

“Kalau ini siapa?” tanya saya sambil menunjuk ke diri saya sendiri.

“Pak Adi” jawabnya.

“Ok, sekarang di sini hanya ada anda, Lani, dan dua orang Pak Rudy. Anda lihat di sini ada dua orang Pak Rudy. Tidak ada Pak Adi” perintah saya.

Apa yang terjadi setelah itu?

Benar, Lani tidak melihat siapapun kecuali dirinya sendiri, dan dua orang “Pak Rudy”. Lani melihat diri saya sebagai Pak Rudy.

Karena telah ditunggu di kelas saya segera mengakhiri main-main ini walaupun sebenarnya penonton masih menginginkan lebih. Sambil bercanda saya berkata, “Kalo mau lebih, ya harus pake bayar dong. Nggak bisa gratis seperti ini.”

Nah, pembaca, anda mungkin bertanya berapa lama waktu yang saya gunakan untuk main-main ini? Tidak lama. Hanya sekitar 2-3 menit saja.

“Ah yang benar…masa hanya 2-3 menit saja?” Lho, ini serius.

Bagi anda yang familier dengan hipnosis dan hipnoterapi anda tahu bahwa yang saya lakukan sebenarnya adalah hal yang biasa saja. Jari lengket, nggak bisa jalan, punggung tangan mati rasa, lupa nama, nggak bisa melihat orang, melihat seseorang sebagai orang lain, ini adalah fenomena yang dapat diciptakan by design dengan memahami cara kerja pikiran, level kedalaman hipnosis, dan sugesti pascahipnosis dengan menggunakan semantik yang tepat. Dalam hipnosis / hipnoterapi istilah teknisnya adalah limb catalepsy, anesthesia, amnesia, positive dan negative visual hallucination.

Yang mungkin menjadi pertanyaan anda adalah bagaimana saya bisa melakukannya dengan sangat cepat dan mudah? Negative visual hallucination adalah fenomena yang hanya bisa muncul atau diciptakan saat seseorang berada dalam kondisi profound somnambulism.

Bagi anda pembaca yang kurang familier dengan jargon-jargon hipnosis, kondisi profound somnambulism adalah keadaan trance atau hipnosis yang sangat dalam. Jika menggunakan skala kedalaman trance Davis Husband Susceptibility Scale (DHSS) maka negative visual hallucination baru bisa tercipta saat klien berada di level 29, dari 30 level kedalaman.

Dalam kondisi normal, untuk membawa seseorang masuk ke kondisi profound somnambulism, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Pengalaman saya pribadi, dalam konteks terapi, menunjukkan bahwa subjek hipnosis atau klien harus diedukasi terlebih dahulu. Ini bisa 30 menit, bisa 1 jam, atau bahkan 2 jam. Intinya, perasaan takut dan berbagai miskonsepsi klien harus diatasi terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan induksi untuk membawa klien masuk ke kondisi deep trance. Induksi formal yang biasa saya gunakan membutuhkan sekitar 4 detik hingga maksimal 4 menit saja.

Nah, pertanyaannya lagi, bagaimana saya bisa membawa Lani masuk kondisi profound somnambulism dengan begitu cepat dan mudah, tanpa perlu melakukan edukasi dan mengatasi rasa takutnya? Hanya dengan memberikan “perintah”, langsung jadi. Nggak perlu pake teknik yang aneh-aneh.

Pembaca, ini yang ingin saya bagikan pada anda melalui artikel ini yaitu Waking Hypnosis.

Memahami waking hypnosis diawali dengan memahami semantiknya. Waking artinya bangun, tidak tidur. Hypnosis, menurut definisi US Dept. of Education, Human Services Division, adalah bypass of the critical factor of conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking atau penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti atau pemikiran.

Jadi, waking hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti atau pemikiran dalam kondisi bangun atau mata terbuka.

Istilah waking hypnosis pertama kali digunakan oleh Wesley Wells di tahun 1924 dan untuk pertama kalinya muncul di buku yang berjudul An Outline of Abnormal Psychology, terbitan tahun 1929.

Sedangkan menurut Elman, di bukunya Hypnotherapy, 1964, waking hypnosis adalah “when hypnotic effects are achieved without the trance state” atau saat efek hipnosis dicapai tanpa kondisi trance.

Saya pribadi mendefinisikan waking hypnosis sebagai “segala sesuatu yang dilakukan seseorang yang mampu membuat pendengarnya bereaksi karena gambaran mental yang ditanamkan di pikiran mereka tanpa perlu dilakukan induksi hipnosis secara formal”.

Nah, sekarang bagaimana cara melakukan waking hypnosis?

Sabar dulu dong. Saya akan jelaskan dulu contoh waking hypnosis biar artikel ini lebih punya taste. Nggak ada contoh… nggak rame. Yang penting anda ingat ya definisi waking hypnosis di atas.

Apa saja contoh waking hypnosis ?

Ini saya beri beberapa contoh: apa yang dikatakan oleh orangtua pada anak, apa yang dikatakan guru kepada anak/murid, saat ke dokter, kampanye pemilu, iklan tv, agama, pendidikan ala militer, orangtua yang mengusap atau meniup bagian tubuh anak yang sakit sambil berkata “Nggak apa kok, sakitnya sudah mama ambil. Jadi sekarang sudah nggak sakit”.

Masih banyak contoh lain. Namun dari semua contoh waking hypnosis, yang paling kuat dan dahsyat adalah (jatuh) cinta. Kalau sudah jatuh cinta… berjuta rasanya, seperti katanya Eddy Silitonga.

Nah, sekarang bagaimana cara melakukan waking hypnosis?

Mudah kok. Yang penting anda harus tahu mekanisme pikiran. Sesuai dengan definisi waking hypnosis di atas maka yang perlu dilakukan adalah kita harus bisa menembus critical factor dari pikiran sadar dan selanjutnya memasukkan suatu perintah atau sugesti ke pikiran bawah sadar. Bagi anda yang awam dengan hipnosis, critical factor adalah filter yang menyaring informasi yang akan masuk ke pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar baru dapat kita “otak-atik” dengan mudah bila si penjaga ini berhasil ditembus.

Ada tiga cara yang biasanya digunakan untuk menembus critical factor. Pertama, kita membuat critical factor bosan. Kedua dengan membuatnya lengah. Dan ketiga dengan membuat critical factor kaget. Ini adalah tiga teknik dasar yang umumnya digunakan secara terpisah atau digabungkan saat melakukan induksi secara formal terhadap seorang klien atau subjek hipnosis.

Ada cara lain yang juga sangat efektif selain tiga cara di atas yaitu dengan menggunakan otoritas (authority), emosi (emotion), dan informasi berlebih (message overload). Tiga cara ini yang paling sering saya gunakan saat melakukan waking hypnosis.

Sekarang mari kita analisis apa yang saya lakukan terhadap Lani. Pertama, ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan saya. Ia mengenal saya dari buku-buku saya yang ia baca, plus komentar dari beberapa orang rekannya. So… ia memandang saya sebagai figur dengan otoritas penuh. Apalagi saat itu ia tahu saya sedang memberikan pelatihan hipnoterapi 100 jam.

Saking senangnya bertemu saya Lani langsung minta foto bersama. Di sini faktor kedua yaitu emosinya bermain sangat intens. Saya dengan sangat mudah membangun rapport dengan Lani. Begitu dua faktor penting di atas berhasil saya dapat maka saya dengan mudah dapat melakukan waking hypnosis terhadap siapapun hanya dengan menambahkan faktor ketiga yaitu message overload .

Jadi, saat saya meminta Lani menyatukan kedua jarinya, saya sudah mendapatkan message overload. Yang ada di pikiran Lani pasti macam-macam, “Kenapa ya kok saya diminta menyatukan kedua jari saya? Mengapa jari-jari di tangan kiri, bukan yang kanan? Kenapa di letakkan di depan mata? Kenapa 20 cm, bukan 30 cm?”. Semua ini ditambah lagi Lani saat itu menjadi pusat perhatian temannya. Walau pikiran sadarnya hanya menatap jari dan mendengar suara saya namun melalui peripheral vision ia mendapat sangat banyak informasi mengenai keadaan sekitarnya. Semua ini mengakibatkan Lani mengalami message overload.

Anda jelas sekarang? Mudah kan?

Dengan menggunakan teknik deepening tertentu, tanpa sepengetahuan penonton, saya langsung membawa Lani ke level profound somnambulism. Saat mencapai level ini maka berbagai fenomena hipnosis dapat dimunculkan dengan sangat mudah.



dikutip dari http://adiwgunawan.com/

Senin, 01 September 2008

Gunakan kalimat pembuka untuk membuat prospek nyaman

Mengapa banyak orang tidak bisa closing dengan cepat?

Karena sejak awal pertemuannya dengan prospek, si prospek tidak merasa nyaman.

Coba bayangkan ada orang asing yang membawa satu penawaran yang menurutnya luar biasa secara tiba-tiba. Kemudian orang itu menyebutkan potensi penghasilan yang tidak masuk akal, dan meminta anda secara mendadak mengeluarkan sejumlah uang untuk bergabung, kira-kira bagaimana perasaan anda?

Pasti tidak nyaman...

Ya.. anda tahu? Itulah yang dirasakan prospek anda, kalau anda terlalu menggebu-gebu dalam melakukan presentasi. Tanpa tahu bagaimana perasaan orang yang anda presentasi.

Coba kalimat favorit saya ini sebelum anda memulai presentasi dan lihat hasilnya:

”Saya tidak tahu apakah program ini cocok buat pak....(nama prospek), siapa tahu informasi ini bisa jadi jalan rejeki buat kita ya pak...”

Santai saja dan buat alur presentasi anda seperti sebuah cerita. Percayalah bahwa semua orang menyukai cerita, begitu juga prospek anda.

Tips berikutnya letakkan semangat anda di tengah-tengah presentasi supaya penekananya lebih mengena.




Selamat ber bisnis



Arli Kurnia

Pages